Mahasiswa Generasi Z hidup di era teknologi yang serba cepat dan digitalisasi yang mendalam, membawa peluang sekaligus tantangan dalam kehidupan akademik dan sosial mereka. Dalam menghadapi dinamika ini, kesejahteraan psikologis (Psychological Well-Being/PWB) dan pendekatan Positive Education menjadi aspek penting dalam membentuk ketahanan mental, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung perkembangan pribadi mahasiswa. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana PWB dan Positive Education berperan dalam meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa Generasi Z serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kedua konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur terhadap teori Psychological Well-Being (Ryff, 1989) dan Positive Education (Seligman, 2011), serta analisis terhadap dampak perkembangan teknologi terhadap kesejahteraan mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa dimensi PWB, seperti penerimaan diri, hubungan sosial yang positif, dan kemandirian, dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital. Sementara itu, Positive Education yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan psikologi positif berperan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih suportif, adaptif, dan berbasis kesejahteraan mental. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara PWB dan Positive Education terkait emosional, ketahanan mental (resilen) dan sikap yang positif terhadap teknologi. PWB dan Positive Education dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun daya tahan psikologis mahasiswa Generasi Z di tengah tantangan teknologi. Implikasi dari penelitian ini mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan strategi berbasis teknologi yang mendukung kesejahteraan mental mahasiswa melalui program pendidikan positif, layanan konseling berbasis digital, serta kebijakan akademik yang responsif terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa.
Copyrights © 2025