Penelitian ini mengungkap makna simbolik kain Songket Palembang dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Ogan Komering Ilir. Songket tidak hanya berfungsi sebagai simbol status sosial dan identitas budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual dalam prosesi adat. Setiap jenis songket, seperti Lepus, Tabur, Bunga, Limar, dan Tretes, mencerminkan nilai filosofis yang berbeda dan memperkuat struktur sosial masyarakat. Namun, modernisasi dan globalisasi menyebabkan pergeseran nilai, terutama di kalangan generasi muda. Meski demikian, adaptasi motif songket dalam busana kontemporer dan industri kreatif membuka peluang keberlanjutan songket sebagai ikon budaya yang dinamis dan relevan. Penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi pelestarian yang inovatif agar songket tetap menjadi simbol identitas budaya dan daya tarik ekonomi.
Copyrights © 2025