Nilai gotong royong sebagai bagian dari karakter bangsa Indonesia semakin penting untuk ditanamkan pada generasi muda di tengah pengaruh globalisasi dan individualisme. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa gotong royong peserta didik melalui pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan membudidayakan tanaman obat keluarga (TOGA) di SDK Mabahmbawa. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di di SDK Mabhambawa¸kecamatan keo tengah¸ Kabupaten Nagekeo. Kegiatan ini menggunakan metode pengabdian masyarakat dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pendidik, peserta didik, dan masyarakat sekitar. . Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan rasa gotong royong yang signifikan pada peserta didik, terlihat dari tingginya partisipasi dalam pembagian tugas, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama selama kegiatan budidaya TOGA. Sebanyak 85% peserta didik menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama, sementara 90% lainnya melaporkan pengalaman positif dalam menjalankan tugas kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat. Dengan demikian, pelaksanaan P5 berbasis budidaya TOGA tidak hanya berhasil meningkatkan rasa gotong royong, tetapi juga memberikan manfaat edukasi dan kesehatan bagi komunitas sekolah dan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model penguatan karakter bagi institusi pendidikan lain. Program penguatan profil pelajar pancasila (P5) berbasis budaya tanaman obat keluarga (TOGA) di SDK Mabhambawa memiliki implikasi penting, dimana program ini menghasilkan perubahan positif dalam sikap peserta didik, terutama dalam berbagi tugas dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.
Copyrights © 2024