Beras analog merupakan salah satu diversifikasi pangan yang terbuat dari bahan panganalternatif pengganti beras. Beras sebagai makanan pokok di Indonesia dikonsumsi rata-rataper kapitanya mencapai 6,81 kg per bulan. Kadar glukosa beras tinggi yaitu 25,40 gram per100 gram beras dan ini menyebabkan jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia naiksetiap tahunnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaanrumput laut sebagai bahan baku beras analog pengganti beras padi untuk penderita DiabetesMellitus. Tahapan penelitian diawali dengan evakuasi rumput laut E. Cottonii menjadi tepung,pembuatan beras analog dan tahap analisis. Hasil penelitian mendapatkan beras analogrumput laut berwarna coklat dan berbentuk butiran. Hasil analisa dan perhitunganmendapatkan kadar air berkisar 7,65% - 10,40% yang memenuhi SNI 6128-2015, kadarprotein berkisar 6,13% - 19,26%, kadar karbohidrat 56,97%-78,66% dan kadar lemak 1,60%-12,02%. Kondisi optimum didapatkan pada penambahan konsentrasi rumput laut 3%dan waktu pengukusan 6 menit, dimana didapatkan kadar air terendah 7,65%, kadar proteintertinggi 19,26%, kadar karbohidrat terendah 56,97% dan kadar lemak tertinggi 12,02%. Kata kunci: beras analog, Diabetes Mellitus, glukosa, kadar karbohidrat, rumput laut
Copyrights © 2024