Kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga kelangsungan hidup. Indonesia menghadapi beban ganda terkait gizi anak, salah satunya adalah stunting . Metode yang efektif dalam memfokuskan upaya penanggulangan stunting adalah analisis spasial. Cara ini dapat memudahkan pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan dalam mengatasi permasalahan kesehatan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran kasus stunting pada balita dengan menggunakan metode analisis spasial di Kota Tasikmalaya pada tahun 2023. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang melibatkan total populasi 4.767 balita. Berdasarkan hasil penelitian digambarkan Puskesmas Kawalu memiliki prevalensi stunting tertinggi , sedangkan Puskesmas Cipedes memiliki prevalensi stunting terendah pada tahun 2023. Dilihat dari usia balita, stunting lebih banyak terjadi pada rentang usia 0- 59 bulan dibandingkan pada rentang usia 0-23 bulan. Berdasarkan jenis kelamin, balita laki-laki mempunyai prevalensi stunting lebih tinggi dibandingkan balita perempuan. Dengan menggunakan metode analisis spasial, hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan efektivitas intervensi kesehatan.
Copyrights © 2025