Pertambahan jumlah penduduk di berbagai wilayah secara umum telah menimbulkan masalah sampah. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pola pengelolaan sampah yang dilakukan responden di Kota Salatiga adalah pembuangan sampah. Pada dasarnya, pembuangan sampah makanan, merupakan aktivitas yang menimbulkan emisi, dan merugikan secara ekonomis karena sampah makanan tersebut masih mengandung zat-zat yang memiliki nilai gizi. Selain rumah tangga, area sekolah merupakan salah satu sumber potensial penghasil sampah makanan dari kantin yang setiap hari dikunjungi siswa-siswi sekolah. Oleh sebab itu, diperlukan upaya mengelola sampah makanan dari kantin sekolah guna mengurangi risiko pembuangan sampah makanan dalam jumlah besar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan untuk mendorong keterlibatan siswa sekolah Adiwiyata di Kota Salatiga, dalam hal ini adalah SMAN 2, dalam proyek pembuatan pakan ikan dari enceng gondok dan sampah makanan kantin SMAN 2 sebagai upaya sekolah dalam menghasilkan produk inovatif ramah lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan dapat mendorongketerlibatan guru dan siswa dalam menuangkan gagasan, merencanakan kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan melakukan evaluasi atas proyek yang dilakukan. Proyekyang dilakukan siswa juga membuktikan bahwa sampah makanan dapat diolah menjadi pakan ikan. Pengolahan sampah makanan menjadi produk yang bermanfaat sangat memungkinkan dengan ujicoba yang lebih lama dan mempertimbangkan penggunaan bahan-bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025