Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial
Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025

KAJIAN FUNGSI PANTUN BAANTARAN ETNIK BANJAR MENGGUNAKAN TEORI HERMENEUTIKA

Rasuna, Rasuna (Unknown)
Ngalimun, Ngalimun (Unknown)
Fitriana, Arina (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Mar 2025

Abstract

AbstrakMetode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang artinya penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus. Peneliti menentukan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu, yaitu observasi secara deskriptif pada prosesi lamaran masyarakat etnik Banjar dengan melihat adat dan budaya yang menyertainya. Disamping itu penelitian ini juga mengunakan teori hermeneutika yang merupakan kegiatan penafsiran pada umumnya melibatkan beberapa unsur, yaitu teks, mediator, dan pembaca. Hasil penelitian ini mengetahui fungsi pantun baantaran serta menambah khasanah nilai kearifan lokal dalam hal berbalas pantun pada prosesi lamaran masyarakat Banjar. Penelitian ini menggali tentang prosesi adat dan budaya lamaran di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berupa penggunaan pantun sebagai tradisi lisan yang sering dilakukan dalam sebuah lamaran perkawinan. Berbalas pantun sebagai budaya lokal yang menggunakan sastra lisan untuk melamar dan menerima mempelai.  Pantun baantaran mempunyai beberapa fungsi diantaranya: 1. Sebagai sarana beramah tamah keluarga dari kedua belah mempelai.  2. Pendahuluan dalam kegiatan lamaran. 3. Isi dari pantun biasanya berisi nasihat. 4. Ungkapan terima kasih dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki. 5. Pantun baantaran sebagai ciri khas tradisi lisan masyarakat Banjar atau etnik Banjar.Kata kunci: pantun baantaran, teori hermeneutika, etnik banjar. AbstractThis research method uses descriptive qualitative, which means research using a case study method or approach. The researcher determined the research subjects using a purposive sampling technique with certain considerations, namely descriptive observation of the application procession of the Banjar ethnic community by looking at the customs and culture that accompanied it. Apart from that, this research also uses hermeneutic theory, which is an interpretive activity that generally involves several elements, namely text, mediator, and reader. The results of this research determine the function of pantun baantaran and add to the repertoire of local wisdom values in terms of responding to rhymes in the application procession of the Banjar community. This research explores the traditional and cultural procession of proposals in the Hulu Sungai Selatan Regency area in the form of the use of rhymes as an oral tradition that is often carried out in marriage proposals. Reciprocating pantun is a local culture that uses oral literature to propose and receive a bride.  Baantaran pantun has several functions, including: 1. As a means of hospitality between the families of the bride and groom.  2. Introduction to application activities. 3. The content of the pantun usually contains advice. 4. Expressions of gratitude from women and men. 5. Pantun baantaran is a characteristic of the oral traditions of the Banjar people or Banjar ethnic group.Key words: pantun baantaran, hermeneutical theory, banjar ethnicity.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

terapung

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Dalam rangka memperluas media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Ilmu - Ilmu Sosial, Unit Jurnal dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-banjary Banjarmasin telah menerbitkan Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial dengan e-ISSN : 2656-2928 ...