Penggunaan kosakata bahasa Arab oleh para aktivis rohis di Indonesia untuk berkomunikasi sehari-hari merupakan fenomena yang cukup sering ditemukan. Akan tetapi, penelitian akan hal tersebut masih sangat terbatas sehingga menjadi menarik untuk dikembangkan. Artikel ini bertujuan untuk mempresentasikan hasil analisis terhadap perspektif para aktivis rohis dan nonrohis terhadap penggunaan kosakata bahasa Arab untuk berkomunikasi dan untuk menginvestigasi apakah penggunaan kosakata bahasa Arab merefleksikan identitas seorang aktivis rohis. Data diperoleh dengan mendistribusikan kuesioner secara daring kepada masing-masing 15 aktivis rohis dan nonrohis dan melaksanakan interviu dengan 2 orang dari masing-masing kategori tersebut guna membantu menghasilkan interpretasi yang lebih dalam. Penelitian ini menemukan bahwa secama umum, baik para aktivis rohis maupun nonrohis menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ritual. Akan tetapi, sebagian besar dari para aktivis rohis terbiasa menggunakannya secara lebih ketika berkomunikasi dengan sesama lingkungannya. Adapun alasan-alasan penggunaannya di antaranya adalah sebagai upaya 1) penyesuaian diri dengan lingkungan, 2) pemberian kesan yang lebih sopan, 3) pemertahanan ketepatan maksud dari suatu perkataan dan 4) pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Dengan demikian, penggunaan bahasa Arab untuk berkomunikasi sehari-hari tampaknya memberikan kesan ekslusif tersendiri, sehingga hal tersebut dapat dikatakan menjadi salah satu refleksi identitas budaya para aktivis rohis.
Copyrights © 2024