Tanaman mangga merupakan tanaman yang berpotensi sebagai obat herbal karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Kulit batang mangga memiliki kandungan alkaloid dan flavonoid tinggi yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian uji daya hambat ekstrak etanol kulit batang mangga madu (Mangifera indica L) terhadap bakteri Escherichia coli bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat ekstrak etanol kulit batang mangga madu terhadap bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode difusi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit batang mangga madu yang diperoleh dari desa Lhok Sari diambil secara purposive sampling dengan kriteria bagian batang dan cabang pohon mangga. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium AKAFARMA pada tanggal 22 juni s/d 30 juni 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit batang mangga madu pada konsentrasi terkecil yaitu 25%, 50%, dan 75% tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 0 mm dan pada konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 10 mm. Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah bahwa ekstrak kulit batang mangga madu pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 0 mm sedangkan pada konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan daya hambat 10 mm dengan kategori sedang.
Copyrights © 2024