Digitalisasi memiliki potensi besar dalam pelestarian nilai-nilai kearifan lokal untuk pendidikan karakter di sekolah. Penelitian ini menganalisis peran digitalisasi dalam mendukung pelestarian nilai budaya lokal di SMA Negeri 1 Pulau Morotai. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi solusi untuk mendokumentasikan dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, seperti tradisi Tide-Tide dan Masohi, ke dalam kurikulum pendidikan karakter. Tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman siswa dan guru terhadap budaya lokal serta minimnya sumber daya teknologi. Strategi berbasis teknologi yang partisipatif dan inklusif direkomendasikan untuk membangun generasi muda yang berkarakter kuat dan bangga terhadap budaya lokal mereka.
Copyrights © 2025