Wanita yang mengalami depresi postpartum adalah gangguan suasana hati yang terjadi setelah melahirkan, yang ditandai dengan perasaan sedih, cemas, atau putus asa yang intens dan berlangsung lebih lama dari "baby blues" biasa. Dalam kasus depresi postpartum, gejala yang dirasakan lebih parah, bertahan lebih lama, dan dapat mengganggu kemampuan ibu untuk merawat bayi mereka. Memberikan dukungan dan layanan kesehatan yang memadai untuk menangani masalah ini sangat penting untuk mengurangi risiko depresi postpartum dan membantu ibu melalui masa transisi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, paritas, serta dukungan keluarga terhadap kejadian depresi post partum. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan jumlah sampel 26 responden. Penelitian ini dilaksanakn pada bulan Agustus-September 2024 di Puskesmas Sumberagung, Kabupaten Magetan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Analisis data menggunakan SPSS. Dari hasil analisis di dapatkan hasil p value lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang berarti antara umur, pendidikan, paritas, dukungan keluarga dengan kejadian depresi post partum.
Copyrights © 2025