Stunting masih menjadi masalah gizi serius di Indonesia, termasuk di Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan asupan zat gizi mikro (vitamin C, vitamin A, zinc) dan serat, serta mengkaji kondisi feses (bentuk, warna, dan frekuensi) pada balita risiko stunting melalui program PESONA (Pemberian Sinbiotik, Telur, dan Susu untuk Optimalisasi Gizi Anak). Metode yang digunakan adalah participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melibatkan 12 keluarga dengan balita berisiko stunting. Langkah teknis yang digunakan adalah pendekatan komunitas dengan pendampingan ibu balita, pemberian protein hewani (telur), sinbiotik (Probio Force), dan susu pertumbuhan (Dangrow). Analisis dilakukan dengan menilai pre dan post feses berdasarkan bentuk, warna, dan frekuensi feses serta pre dan post asupan serat dan zat gizi mikro dari recall 24 jam yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada asupan serat dan zat gizi mikro sebelum dan sesudah intervensi (p>0,05) sedangkan pada konsistensi, warna, dan frekuensi feses balita menunjukkan perbaikan setelah pemberian sinbiotik.
Copyrights © 2025