Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi asupan serat, vitamin c, vitamin a, dan zinc balita risiko stunting melalui pemberian sinbiotik, telur, dan susu Aditiya; Ahanie, Iftitah Fakhira; Dwipajati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23318

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi serius di Indonesia, termasuk di Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan asupan zat gizi mikro (vitamin C, vitamin A, zinc) dan serat, serta mengkaji kondisi feses (bentuk, warna, dan frekuensi) pada balita risiko stunting melalui program PESONA (Pemberian Sinbiotik, Telur, dan Susu untuk Optimalisasi Gizi Anak). Metode yang digunakan adalah participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melibatkan 12 keluarga dengan balita berisiko stunting. Langkah teknis yang digunakan adalah pendekatan komunitas dengan pendampingan ibu balita, pemberian protein hewani (telur), sinbiotik (Probio Force), dan susu pertumbuhan (Dangrow). Analisis dilakukan dengan menilai pre dan post feses berdasarkan bentuk, warna, dan frekuensi feses serta pre dan post asupan serat dan zat gizi mikro dari recall 24 jam yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada asupan serat dan zat gizi mikro sebelum dan sesudah intervensi (p>0,05) sedangkan pada konsistensi, warna, dan frekuensi feses balita menunjukkan perbaikan setelah pemberian sinbiotik.
Asuhan Gizi dan Modifikasi Diet pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Glycemic Disorder on Oad, TAVB (Total Atrioventricular Block) on PPM (Permanent Pacemaker) Mode VVI-Capture, Demensia Alzheimer dan BPSD (Behavioral and Psychological Symptoms of Dementia) Putri Kustiyoasih, Mustika; Dwipajati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien lansia dengan Diabetes Melitus tipe 2 (DM T2) sering mengalami komorbiditas seperti gangguan kardiovaskular dan penurunan fungsi kognitif, sehingga memerlukan modifikasi diet yang tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan energi, tetapi juga mempertimbangkan keterbatasan fisik serta dukungan keluarga. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan diet DM KV 1700 kkal pada lansia dengan DM T2, demensia, dan riwayat Total Atrioventricular Block (TAVB) melalui pendekatan asuhan gizi terstandar berbasis homecare. Subjek adalah pasien perempuan berusia 75 tahun. Intervensi yang diberikan meliputi penerapan diet DM KV 1700 kkal, edukasi gizi kepada keluarga, serta evaluasi perkembangan melalui food recall, pre–post test pengetahuan, dan kuesioner kepatuhan diet (PDAQ). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga dari skor rata-rata 70 menjadi 100 (kenaikan 42,9%). Kepatuhan diet pasien tergolong tinggi dengan skor 52 dari 63. Asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat menunjukkan pola perbaikan dan semakin mendekati kebutuhan harian. Dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan intervensi, terutama karena keterbatasan kognitif pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah modifikasi diet DM KV 1700 kkal yang disertai edukasi terstruktur dan keterlibatan keluarga terbukti efektif meningkatkan penerapan diet dan kepatuhan pada lansia dengan DM T2 dan komorbiditas. Pendekatan asuhan gizi berbasis homecare direkomendasikan untuk pasien dengan hambatan fisik maupun kognitif.
Synergy of Banana Starch and Moringa Leaves in Maintaining Hemoglobin Homeostasis and Body Weight in Dextran Sodium Sulfate-Induced Rats Nova Romadhona; Fifi Luthfiyah; Dwipajati
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Colonic inflammation can be triggered by gastrointestinal infections and by chemical agents such as Dextran Sodium Sulfate (DSS). Elevated glucose levels increase insulin resistance and raise circulating insulin-like-growth factor-1 (IGF-1), which may contribute to cancer risk. One possible approach to modulating this condition is through prebiotics contained in kepok banana, because its inulin and resistant starch act as natural prebiotics. Research Purposes: This study aimed to analyze the effect of kepok banana and moringa leaf-based prebiotics on random blood glucose levels in Wistar rats exposed to Dextran Sodium Sulfate (DSS). Research Methods: This true experimental study used a Randomized Block Design (RBD) with five treatment groups and six rats per group. Blood glucose levels were analyzed using one-way ANOVA with a 95% confidence level. Data on feed intake and intake of the kepok banana–moringa starch were analyzed using the Kruskal-Wallis test at a 95% confidence level. Research Result: Administration of kepok banana–moringa starch in DSS-induced rats did not significantly affect feed intake or reduce blood glucose levels (p=0.121). The most favorable response was observed in P2 group 0.05 g/rat), which showed a tendency toward lower blood glucose levels in DSS-induced rats. Conclusion: Kepok banana–moringa starch administration did not significantly reduce blood glucose levels in DSS-induced rats, although the P2 dose showed a tendency toward improvement.