Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika dalam prosesi Mandui Bapapai, sebuah tradisi yang dilakukan oleh suku Dayak Bakumpai di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan. Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi adat yang masih dilaksanakan secara turun-menurun dan memiliki nilai spiritual serta budaya yang mendalam bagi masyarakat stempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika model Ferdinand de Saussure untuk mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam setiap tahapan prosesi. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pelaku tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan signifier dan signified dalam rangkaian kegiatan prosesi Mandui Bapapai sarat dengan simbol yang merepresentasikan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan komunitas sosial. Unsur-unsur seperti air, daun, dan do’a memiliki makna simbolik yang mencerminkan kemurnian, penyucian, dan keberkahan. Mandui Bapapai ini bertujuan sebagai sarana memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari gangguan makhluk halus saat perayaan pernikahan dalam kehidupan berumah tangga dan berfungsi sarana pelestarian nilai-nilai kebudayaan, solidaritas, dan identitas kolektif masyarakat Dayak Bakumpai.
Copyrights © 2025