Pertumbuhan penduduk di Indonesia meningkat setiap tahunnya sehingga mendorong pemerintah untuk membangun gedung-gedung untuk menyeimbanginya. Gedung-gedung semakin banyak bermunculan seperti sekolah, kampus, perkantoran ataupun Gedung pemukiman seperti apartemen dan bangunan. Dalam proses pembangunan gedung ini, penting untuk mempertimbangkan nilai keselamatan dari ancaman bahaya seperti kebakaran. Kebakaran memiliki dampak kesehatan, sosial, lingkungan dan ekonomi yang signifikan. Kebakaran sangat merugikan baik dari segi kesehatan, sosial, ekologi, dan ekonomi. Risiko terjadinya kebakaran di gedung bertingkat tidak dapat dihindari karena faktor proses kimiawi terjadinya api ada di sekeliling kita yaitu bahan bakar, sumber panas, dan oksigen. Bahaya dari bangunan gedung yang bertingkat maupun tidak bertingkat yaitu fasilitas dan akses untuk menyelamatkan diri yang terbatas. Salah satu aspek penting untuk penanggulangan kebakaran adalah penyediaan alat proteksi kebakaran. Jet cleaner, alat yang biasa digunakan untuk pembersihan dengan tekanan tinggi, memiliki potensi sebagai alternatif pemadam darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tiga jenis media pemadaman menggunakan jet cleaner: air murni, campuran air-deterjen, dan campuran air-sabun cuci piring, terutama untuk kebakaran kelas A dan B. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan Brown-Forsythe dapat diketahui bahwa hasil pengujian menghasilkan statistik uji dengan nilai signifikansi < alpha (5% atau 0,05). Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara media pemadaman sebagai Alat Pemadam Kebakaran pada Jenis Bahan Bakar Dexlite dengan Pertamax dan Dexlite dengan Pertamax serta Kayu dalam Lingkup Rumah Tangga.
Copyrights © 2025