Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan tingkat kecemasan pada mahasiswa Pendidikan Jasmani tingkat pertama. Self-efficacy, yang merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas atau menghadapi tantangan, diyakini memiliki peran penting dalam mengelola kecemasan, terutama pada mahasiswa yang sering kali menghadapi tekanan akademik dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 100 mahasiswa Pendidikan Jasmani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES) dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy yang sedang hingga tinggi, serta tingkat kecemasan yang berada pada kategori sedang. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan (r = -0,65, p < 0,05), yang berarti semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin rendah tingkat kecemasan yang mereka alami. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa self-efficacy dapat memprediksi tingkat kecemasan (R² = 0,42). Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika psikologis mahasiswa tingkat pertama, khususnya dalam konteks Pendidikan Jasmani, dan menekankan pentingnya penguatan self-efficacy untuk mengurangi kecemasan akademik.
Copyrights © 2025