Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan pandangan pelaku musik metal terhadap genre musik Black Metal di kota Bukittinggi. Penelitian ini menarik untuk diteliti karena terdapat kontradiksi antara citra global Black Metal yang identik dengan ideologi satanisme dan anti-agama dengan realitas yang terjadi di Bukittinggi, sebuah kota yang masyarakatnya dikenal kuat dalam memegang adat dan nilai-nilai keagamaan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pelaku musik metal di Bukittinggi memahami dan menafsirkan genre Black Metal dalam konteks budaya lokal mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe studi intrinsik. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi oleh Alfred Schutz. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung dengan 18 informan yang merupakan pelaku musik Black Metal di kota Bukittinggi untuk menggali pandangan mereka secara mendalam mengenai genre ini. Hasil penelitian menunjukkan pandangan pelaku musik metal terhadap ideologi, musik, serta penampilan genre Black Metal di kota Bukittinggi.
Copyrights © 2025