Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan keterampilan esensial yang masih menjadi tantangan bagi banyak siswa, terutama dalam menyelesaikan soal berbentuk cerita. Pemahaman yang lemah terhadap soal cerita dapat menghambat siswa dalam menemukan strategi penyelesaian yang tepat dan merefleksikan kembali solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi barisan dan deret aritmatika menggunakan indikator Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sebanyak 33 siswa kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Karawang terlibat dalam penelitian. Kami menggunakan dua soal uraian yang dirancang berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan terutama pada tahap menemukan strategi dan melihat kembali serta melakukan refleksi terhadap solusi yang diperoleh. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan siswa yang lebih terbiasa menyelesaikan soal yang menyerupai contoh yang diberikan guru, sehingga kurang terlatih dalam memahami dan menganalisis soal secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman guna membantu siswa dalam mengembangkan strategi pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyrights © 2025