AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam

Maulid Nabi sebagai Media Integrasi Sosial Etnis Melayu Sambas dan Madura Pascakonflik di Desa Sungai Jaga A, Bengkayang

Muhammad Akbar (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2025

Abstract

Madura di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1999. Situasi pasca-konflik menunjukkan adanya ketegangan dalam interaksi sosial antara suku Melayu dan Madura, yang disebabkan oleh saling curiga dan kecenderungan untuk berpihak pada kelompok masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan sosial antara suku Madura dan Melayu di Kalimantan Barat menunjukkan kedamaian, sehingga keduanya dapat hidup bersama dalam satu ruang sosial sebagai satu komunitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis proses integrasi sosial antara suku Melayu dan Madura pasca-konflik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menyajikan deskripsi data lapangan. Data dikumpulkan di desa Sungai Jaga A melalui wawancara dengan tujuh narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi agama  yang berkembang di Sungai Jaga A berperan penting dalam proses integrasi sosial. Integrasi sosial tercapai melalui norma yang ada, dengan memanfaatkan ritual tradisi keagamaan yang dijalani bersama oleh suku Melayu dan Madura. Tradisi keagamaan seperti perayaan Maulid Nabi, menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar kedua suku. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan memiliki kemampuan untuk mendorong masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas sesuai dengan norma yang berlaku.AbstractSungai Jaga A is one of the areas affected by the conflict between the Malay and Madurese tribes in Sambas, West Kalimantan, in 1999. The post-conflict situation showed tension in social interactions between the Malay and Madurese tribes, caused by mutual suspicion and a tendency to side with each other's groups. However, over time, social relations between the Madurese and Malay tribes in West Kalimantan showed peace, so that both could live together in one social space as one community. Therefore, this study aims to describe and analyze the process of social integration between the Malay and Madurese tribes post-conflict. This study was conducted using a qualitative approach and presents a description of field data. Data were collected in Sungai Jaga A village through interviews with seven informants. The results of the study show that religious traditions that develop in Sungai Jaga A play an important role in the process of social integration. Social integration is achieved through existing norms, by utilizing religious tradition rituals that are shared by the Malay and Madurese tribes. Religious traditions such as the celebration of the Prophet's Birthday, are a means to strengthen relations between the two tribes. This study shows that religious traditions have the ability to encourage people to gather and carry out activities in accordance with applicable norms.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ALJSI

Publisher

Subject

Religion Economics, Econometrics & Finance Education Other

Description

AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology ...