Industri halal di Indonesia terus berkembang pesat, namun akses pembiayaan syariah yang mencukupi masih menjadi tantangan, terutama bagi UMKM. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) diharapkan dapat berperan dalam menyediakan pembiayaan sesuai prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran BMT dalam pembiayaan industri halal serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengembangannya. Dengan menggunakan pendekatan literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber akademis terkait peran BMT, tantangan yang dihadapi, dan strategi yang bisa diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa BMT memiliki peran penting dalam memberikan akses pembiayaan bagi pelaku industri halal, meskipun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, regulasi yang belum optimal, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Beberapa strategi pengembangan yang diusulkan antara lain memperluas akses ke pendanaan eksternal, berkolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya, serta meningkatkan literasi keuangan syariah. Kesimpulannya, peran BMT sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri halal, dan diperlukan kebijakan serta edukasi yang lebih baik untuk memperkuat pembiayaan syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024