Sastri Aida Zuhra
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pembiayaan Industri Halal di BMT: Sebuah Kajian Literatur Tentang Tantangan dan Pengembangan Sastri Aida Zuhra; Sugianto Sugianto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5770

Abstract

Industri halal di Indonesia terus berkembang pesat, namun akses pembiayaan syariah yang mencukupi masih menjadi tantangan, terutama bagi UMKM. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) diharapkan dapat berperan dalam menyediakan pembiayaan sesuai prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran BMT dalam pembiayaan industri halal serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengembangannya. Dengan menggunakan pendekatan literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber akademis terkait peran BMT, tantangan yang dihadapi, dan strategi yang bisa diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa BMT memiliki peran penting dalam memberikan akses pembiayaan bagi pelaku industri halal, meskipun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, regulasi yang belum optimal, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Beberapa strategi pengembangan yang diusulkan antara lain memperluas akses ke pendanaan eksternal, berkolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya, serta meningkatkan literasi keuangan syariah. Kesimpulannya, peran BMT sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri halal, dan diperlukan kebijakan serta edukasi yang lebih baik untuk memperkuat pembiayaan syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Legal Politics of Corruption Crimes from the Perspective of Islamic Criminal Law as a Restoration of Community Welfare Rights Setia Miko; Sastri Aida Zuhra
Al-Hikmah: International Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Education Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/7alhikmah208

Abstract

This article discusses the legal politics of eradicating corruption crimes from the perspective of fiqh jinayat (Islamic criminal jurisprudence) as a means of restoring community welfare rights. Corruption in Indonesia has become a structural phenomenon that not only damages state finances but also undermines social and economic justice. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach, analyzing various sources of positive criminal law and Islamic legal texts. The findings indicate that conventional punitive approaches have proven insufficient in combating corruption, as they often fail to address the root issue of public welfare losses. In Islamic law, corruption is classified as ghulul (embezzlement), risywah (bribery), and betrayal of public trust, and in certain cases may even be categorized as hirabah (grave criminal acts). Sanctions under fiqh jinayat include ta’zir, hudud, and in extreme cases, hirabah punishments, as well as asset confiscation as a tangible effort to recover public losses. The implementation of restorative justice is offered as a strategic alternative to shift from merely retributive justice to a more balanced model that incorporates social justice. Progressive legislation such as the ratification of the Asset Forfeiture Bill is essential to strengthen the state’s commitment in returning rights usurped by corrupt practices. This study recommends harmonizing national law with Islamic legal principles to build a more just, firm, and welfare-oriented legal system