Pendidikan anak dengan autis di Indonesia menghadapi tantangan serius, seperti kurangnya pemahaman masyarakat, stigma sosial, dan keterbatasan sumber daya. Banyak orang tua enggan mendaftarkan anak mereka ke pendidikan formal karena kekhawatiran akan diskriminasi. Fasilitas pendidikan yang ramah autis masih sangat terbatas, memaksa anak-anak ini beradaptasi dengan lingkungan yang tidak mendukung. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi teori manajemen pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak autis. Hasilnya menunjukkan bahwa manajemen pendidikan yang efektif dapat menciptakan program inklusif dan responsif dengan model pembelajaran individual. Pelatihan untuk pendidik juga krusial dalam menciptakan suasana belajar yang positif. Sekolah yang menerapkan pelatihan ini mengalami keterlibatan siswa dan hasil akademis yang lebih baik. Ditemukan hubungan signifikan antara manajemen pendidikan yang baik dan keberhasilan pendidikan anak autis. Oleh karena itu, perlu pengembangan kebijakan yang mendukung pelatihan dan sumber daya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Upaya ini harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk perubahan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024