Pendidikan klinis merupakan faktor kunci dalam membentuk tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan profesional. Namun, berbagai kendala seperti rendahnya motivasi, partisipasi tenaga pendidik, dan keterbatasan dukungan institusi kerap menghambat pencapaian keberlanjutan tersebut. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi efektif untuk mempertahankan jalur pendidikan klinis yang berkelanjutan melalui penerapan teori manajemen transformasional dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak penerapan teori manajemen transformasional dan manajemen partisipatif dalam mempertahankan jalur pendidikan klinis yang berkelanjutan. Studi ini mengevaluasi efektivitas masing-masing teori dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan komitmen tenaga pendidik di institusi pendidikan klinis di berbagai negara. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen transformasional efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja melalui pendekatan kepemimpinan inspiratif yang mendukung perkembangan individu. Di sisi lain, manajemen partisipatif terbukti lebih efektif dalam mendorong keterlibatan tenaga pendidik dengan menciptakan lingkungan kolaboratif dan partisipatif dalam pengambilan keputusan. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi kedua pendekatan ini memberikan dampak positif yang signifikan pada keberlanjutan pendidikan klinis, mendukung pencapaian kualitas pendidikan yang lebih baik.
Copyrights © 2024