Sebagai negara majemuk, Indonesia tentunya rentan terhadap konflik dan perpecahan. Munculnya multikulturalisme dalam masyarakat yang maju dapat menyebabkan konflik yang merugikan, yang dapat dipicu oleh masalah agama, ekonomi, politik, dan lainnya. Oleh karena itu, sebagai negara multikultural, masyarakatnya harus dididik tentang toleransi dan keragaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menggunakan Talk to Each Other sebagai metode pendidikan multikultural dapat membentuk karakter profil pelajar pancasila. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbicara satu sama lain mungkin menjadi salah satu metode pendidikan multikultural yang dapat meningkatkan profil pelajar pancasila. Konsep kegiatan ini lebih mendorong peserta didik untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain dari latar belakang yang berbeda. Mereka menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan teman-teman mereka terlepas dari perbedaan suku, agama, atau budaya.
Copyrights © 2024