Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh nilai agama, wawasan agama, sikap, wawasan produk, dan faktor eksternal terhadap keputusan konsumsi masyarakat di Palangka Raya terhadap produk yang mendukung Israel. Dengan pendekatan Mixed Method Sequential Exploratory, yang mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif secara berurutan, penelitian ini menemukan bahwa nilai agama dan tekanan sosial memainkan peran signifikan dalam membentuk perilaku konsumsi etis. Komunitas Muslim di Palangka Raya menunjukkan preferensi yang kuat untuk memboikot produk yang bertentangan dengan ajaran agama mereka, dipengaruhi oleh prinsip keadilan sosial dan solidaritas dengan Palestina. Sebaliknya, komunitas non-Muslim lebih pragmatis, cenderung mempertimbangkan aspek ekonomi seperti harga dan kualitas produk. Tekanan sosial dan pengaruh media terbukti memengaruhi keputusan konsumsi secara kolektif, terutama di kalangan masyarakat yang terhubung secara sosial. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perilaku konsumsi berbasis nilai dan menawarkan wawasan praktis bagi kampanye yang ingin mempromosikan konsumsi etis.
Copyrights © 2024