Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI PENERBITAN GREEN SUKUK DI INDONESIA Suherman ,SE
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.469 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kondisi APBN Indonesia yang selalu mengalami defisit. Defisit tersebut terjadi karena belanja pemerintah selalu lebih besar daripada pendapatan. Untuk mengatasi defisit, solusi yang dilakukan pemerintah salah satunya dengan cara menerbitkan instrumen Sukuk Negara. Perkembangan Sukuk Negara Indonesia dari kacamata internasional pada tahun 2016 memberikan hasil yang menggembirakan. Pasalnya Indonesia merupakan the big issuer sukuk dengan total penerbitan USD 10, 5 Milyar dari total penerbitan sukuk oleh pemerintah dari seluruh dunia. Ditengah perkembangan instrumen sukuk telah hadir juga instrumen berupa green bond yang menawarkan investasi pada pembangunan lingkungan untuk mengatasi masalah climate change. Dengan hadirnya green bond sebagai instrumen investasi pada lingkungan telah muncul sebuah instrumen investasi syariah yang konsentrasinya sama dengan green bond. Instrumen tersebut kemudian disebut green sukuk. Dewasa ini Green Sukuk belum pernah diterbitkan  oleh  pemerintah Negara manapun  di  dunia.    Dengan  demikian  tujuan  daripada penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi penerbitan green sukuk di Indonesia ditinjau dari sisi investor dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan mixed method (metodologi campuran) dengan menggunakan analisis statistik sederhana pada potensi investor kemudian teknik analisis interaktif berdasarkan data  yang  diperoleh dari informan dan  berbagai literatur yang  tersedia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi untuk menerbitkan green sukuk ditinjau dari berbagai aspek seperti investor, urgensi bagi perekonoian, underlying asset, legal framework, serta aspek-aspek yang masih harus disediakan.Kata Kunci : APBN, Sukuk Negara, Green Bond, Green Sukuk, Climate Change
Identifikasi Potensi Pasar Green Sukuk Republik Indonesia Suherman Suherman
HUMAN FALAH: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 6 | No. 1 | 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerbitan Green Sukuk Republik Indonesia dimaksudkan untuk memperoleh pembiayaan defisit APBN dan proyek pemerintah, sekaligus untuk memenuhi komitmen Pemerintah terhadap pengurangan dampak climate change. Beberapa sumber menyebutkan bahwa, kebutuhan anggaran dalam program pengentasan masalah climate change nasional cukup besar namun ketersediaan anggaran terbatas. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana potensi pasar green sukuk di domestik Indonesia dan pasar internasional, agar kebutuhan anggaran untuk pembiayaan defisit tersebut dapat terpenuhi. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan teknik forecasting least square dan analogi historis, hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perkembangan penerbitan sukuk negara dan green bond menunjukkan tren positif hingga tahun 2029; (2) Permintaan investor Sukuk Negara di pasar domestik terus meningkat (3) Minat investor asing tinggi terhadap Sukuk Negara. 
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN TANGAN LOKAL KALIMANTAN TENGAH : (Studi Kasus Kota Palangka Raya) Serlina Nela Moni; Putri Sidebang; Maria Imakulata Kwuta; Niat Niat; Ahmad Saiful; Suherman Suherman
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 4 (2023): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v1i4.273

Abstract

Kerajinan lokal adalah hasil karya manusia yang diwariskan secara turun temurun dengan teknik sederhana dan modern dengan menggunakan alat dan bahan alam, serta merupakan hasil karya sejarah dan budaya yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan mempunyai nilai yang nyata. Di Kota Palangka Raya, kehadiran kerajinan lokal juga berperan penting dalam pelestarian warisan budaya lokal dan revitalisasi perekonomian masyarakat. Sebagai wujud seni dan kreativitas manusia, kerajinan lokal tidak hanya mencerminkan estetika, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan berkontribusi terhadap pengembangan budaya lokal khususnya di Kota Palangka Raya. Strategi pengembangan usaha yang tepat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan dan pertumbuhan industri kerajinan lokal di Kota Palangka Raya. Dalam konteks ini, sangat penting untuk menganalisis strategi pengembangan kerajinan lokal di Kota Palangka Raya. Analisis ini memerlukan pemahaman mendalam tentang kondisi pasar lokal, kebutuhan konsumen, serta potensi sumber daya manusia dan bahan baku yang tersedia di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan industri kerajinan lokal di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan dan perkembangan industri kerajinan lokal di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Studi menunjukkan bahwa keterlibatan pengrajin lokal, penggunaan teknologi dan pemasaran berbasis budaya merupakan kunci pengembangan sektor ini. Temuan penelitian ini akan memberikan wawasan berharga bagi para pemangku kepentingan untuk menyusun strategi berkelanjutan dan mendukung pengembangan industri kerajinan lokal di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
The potential for developing a sustainable fishing sector in Sukamara Subianto, Pratiwi; Irawan, Irawan; Simbolon, Tiur Roida; Suherman, Suherman; Zakiah, Wiwin
Journal Magister Ilmu Ekonomi Universtas Palangka Raya : GROWTH Vol. 10 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52300/grow.v10i1.15150

Abstract

This research explores the potential of a sustainable fisheries sector in Sukamara Regency, Central Kalimantan, which is rich in fisheries resources, both freshwater and marine. This study identified the potential for freshwater fish production of 10,000 tons annually and marine fish of 8,000 tons yearly, with superior species such as snakehead fish, baung, catfish, snapper, grouper, and tuna. Although the fishing sector has an essential role in the local economy, unsustainable fishing practices have led to overfishing, environmental degradation, infrastructure problems, and limited technological knowledge. This research emphasizes the importance of sustainable fisheries practices through ecosystem-based management, the use of environmentally friendly technology, and education and training programs to increase the capacity of fishermen. The economic impact shows an increase in the average income of fishermen by 25%, while the social impact includes an increase in the welfare of coastal communities by 20%. Environmental impacts include the restoration of mangrove and coral reef ecosystems with increased area and cover of live coral. The main challenges include overfishing, environmental degradation, lack of infrastructure, and limited technological knowledge. Proposed strategies to overcome these challenges include strengthening policies and regulations, improving infrastructure, education and training, multi-stakeholder collaboration, and research and development. By implementing this strategy, the potential of the sustainable fisheries sector in Sukamara can be optimized, providing significant economic, social, and environmental benefits and becoming a model for other regions in sustainable natural resource management.
Makna Nilai Agama Dalam Keputusan Boikot Produk : Studi Kualitatif Pada Komunitas Muslim dan Non Muslim di Palangka Raya Suherman, Suherman; Muhammad Farras Nasrida; Dicky Perwira Ompusunggu; Tiur Roida Simbolon; Andhika Pratama
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 16 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jpips.v16i2.18039

Abstract

This study aims to explore the role of religious values, social pressure, and product awareness in the ethical consumption decisions of Muslim and non-Muslim communities in Palangka Raya concerning products associated with Israel. Using a descriptive qualitative approach, the research involves in-depth interviews with respondents from both communities. The findings indicate that ethical consumption decisions among Muslims are influenced by a combination of religious values and social pressure. For them, the decision to boycott certain products reflects both religious beliefs and social solidarity. In contrast, the non-Muslim community demonstrates a more pragmatic approach to consumption decisions, which is primarily based on economic factors such as price and product quality. Social media plays a significant role in disseminating information and reinforcing solidarity among Muslims, whereas the non-Muslim community tends to be more selective in the information they consider on this issue. This study contributes to the understanding of how religious values and social pressures can shape ethical consumption behavior within a diverse religious society.
Potensi Penerbitan Green Sukuk Daerah Dalam Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan di Kalimantan Tengah Suherman, Suherman; Kristina, Parista; Natalia, Desi
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 6 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2024)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i6.2385

Abstract

Sustainable development in Indonesia is increasingly important to address complex environmental and social challenges. The goal of this development is to address contemporary requirements without compromising the prospects of future generations. Indonesia has adopted the Sustainable Development Goals (SDGs) as a framework, but its achievement faces various challenges, such as regional inequality and lack of coordination between stakeholders. Collaboration Collaborative interactions between government entities, community institutions, and the private sector are essential to ensure this success. Green Sukuk has emerged as an innovative financial instrument that supports environmentally friendly projects and can attract more investors. Despite the positive response, challenges in understanding and regulation still exist. In Central Kalimantan, the issuance of Green Sukuk can fund green projects, but also faces problems of understanding among local stakeholders and regulations that are not yet supportive. Overall, the issuance of Green Sukuk has the potential to increase economic progress and generate new job opportunities. However, it is important to ensure that the projects financed are truly sustainable. Research shows the need for a clear regulatory framework and public education so that the potential of Green Sukuk can be maximized in supporting sustainable development in Indonesia. The method used in this study is qualitative with a Netnography approach and SWOT analysis. Netnography helps researchers understand the social and cultural context that influences people's attitudes towards green sukuk, while LNA SWOT provides an overview of internal and external factors that have the potential to influence the success of sukuk issuance. The results of the study are the potential for Green Sukuk issuance in Central Kalimantan, indicating that this province has abundant natural resources and a policy of commitment to sustainable development which will then increase the opportunity for the ijtihad process to begin immediately, providing a great opportunity to develop a green economy. Although focusing on infrastructure, education, health, and the economy in 2024 is a strategic step, challenges such as the lack of public understanding of Green Sukuk and limited financial infrastructure need to be addressed. Therefore, cooperation between the government, private sector, and the community is very important to create an ecosystem that supports the success of Green Sukuk issuance.
Sequential Exploratory Studies: Perilaku Konsumsi Masyarakat Muslim Dan Non-Muslim Terhadap Produk Yang Mendukung Israel (Studi Kasus Di Palangka Raya) Suherman Suherman; Dicky Perwira Ompusunggu; Tiur Simbolon; Muhammad Farras Nasrida; Andika Pratama
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh nilai agama, wawasan agama, sikap, wawasan produk, dan faktor eksternal terhadap keputusan konsumsi masyarakat di Palangka Raya terhadap produk yang mendukung Israel. Dengan pendekatan Mixed Method Sequential Exploratory, yang mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif secara berurutan, penelitian ini menemukan bahwa nilai agama dan tekanan sosial memainkan peran signifikan dalam membentuk perilaku konsumsi etis. Komunitas Muslim di Palangka Raya menunjukkan preferensi yang kuat untuk memboikot produk yang bertentangan dengan ajaran agama mereka, dipengaruhi oleh prinsip keadilan sosial dan solidaritas dengan Palestina. Sebaliknya, komunitas non-Muslim lebih pragmatis, cenderung mempertimbangkan aspek ekonomi seperti harga dan kualitas produk. Tekanan sosial dan pengaruh media terbukti memengaruhi keputusan konsumsi secara kolektif, terutama di kalangan masyarakat yang terhubung secara sosial. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perilaku konsumsi berbasis nilai dan menawarkan wawasan praktis bagi kampanye yang ingin mempromosikan konsumsi etis.
Exploring Deadweight Loss of Potential Regional Revenue Lost Due To Prostitution Practices in Palangka Raya Muhammad Farras Nasrida; Suherman Suherman; Dicky Perwira Ompusunggu; Tiur Roida Simbolon
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6142

Abstract

The underground economy, often referred to as the informal economy, encompasses various economic activities that are unrecorded in formal economic systems and not reported to the government. These activities frequently operate outside legal frameworks or exist within regulatory gray areas, including drug trafficking, tax evasion, and prostitution. The underground economy continues to grow, particularly in rapidly expanding cities. In Palangka Raya, the capital of Central Kalimantan Province, this phenomenon has become significant, with prostitution standing out as a prominent sector. This study investigates the potential revenue lost due to prostitution activities in Palangka Raya, where practices, both offline and online, generate income for those involved but remain untaxed. Despite efforts to reduce such activities, prostitution persists in some areas, both in former red-light locations and covertly through digital platforms. This situation poses not only social and security risks for the community but also results in lost potential revenue that could otherwise support local development initiatives.
Prabowo's Nutritious Meals: Key to Sustainability of Food Estate Program Ompusunggu, Dicky Perwira; Suherman, Suherman; Rakhmawati, Dewi; Nasrida, Muhammad Farras; Simbolon, Tiur Roida; Husnatarina, Fitria
Eko-Regional: Jurnal Pembangunan Ekonomi Wilayah Vol 20 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/er.v20i1.14310

Abstract

The Food Estate program was initiated to support national food security by enhancing food production on peatlands. However, its implementation faces various challenges, including difficult land conditions and the need for adequate infrastructure. This study aims to identify key factors influencing the sustainability of the Food Estate program in Central Kalimantan, particularly in the Kapuas and Pulang Pisau districts. This study employs the MICMAC method (Matrix of Crossed Impact Multiplications Applied to a Classification) to analyze the impact of strategic variables, such as government policy, infrastructure, institutional support, and local economy. The findings indicate that government policy and infrastructure support are dominant factors affecting the program's success, while variables like local economy and farmers’ income heavily depend on these factors. Recommendations include the need for sustainable policy enhancement, development of supporting infrastructure, improved market access, and adaptive technology training for farmers. With optimal implementation, the Food Estate program is expected to not only enhance national food security but also foster economic growth and improve the welfare of local communities in Central Kalimantan.
Pengaruh Kebijakan Ekonomi Hijau Terhadap Investasi Ramah Lingkungan Di Indonesia: Peran Moderasi Kesadaran Masyarakat Dalam Meningkatkan Efektivitas Kebijakan Hutabalian, Tri Putri; Sitindaon, Leekyushi; Sibatuara, Mandana; Simaremare, Lukman; Hukom, Alexandra; Suherman, Suherman; Ompusunggu, Dicky Perwira; Aritonang, Harlem
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan ekonomi hijau terhadap investasi ramah lingkungan di Indonesia, dengan mempertimbangkan peran mediasi pemahaman masyarakat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis jalur (path analysis), penelitian ini mengolah data sekunder panel 6 tahun terakhir dari berbagai sumber resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa subsidi pemerintah dan kapasitas terpasang energi baru terbarukan (EBT) berpengaruh signifikan secara langsung terhadap peningkatan investasi hijau. Namun, pemahaman masyarakat tidak terbukti memediasi hubungan antara subsidi dan investasi, sedangkan mediasi signifikan terjadi pada hubungan antara kapasitas EBT dan investasi hijau. Temuan ini menegaskan pentingnya visibilitas proyek hijau dalam membentuk kepercayaan publik, serta menunjukkan bahwa pendekatan top-down melalui subsidi lebih efektif langsung ke sektor usaha. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi komunikasi publik dan demonstrasi proyek EBT yang lebih kuat guna mempercepat transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Co-Authors Abdul Halim Abel Eka Agustina Agnes Metia Br Bangun Agustina Siagian Ahmad Saiful Akmal Yazid Lubis Alexandra Hukom, Alexandra Amelya Rosalina Siringoringo Andhika Pratama Andika Pratama Andre S.M Ritonga Angelika Sinania Anita Ari Bayuma Girsang Astrid Friscilia Munthe Augusta Rowa Bobin Hutasoit Cleo Tampubolon Desi Natalia Silaban DESI NATALIA, DESI Dewi Rakhmawati Dicka Chandra Pandiangan Dicky Perwira Ompusunggu Elvi Febriyansi Erlina Lumbanraja Erwin Manurung Friskilla Wulandari Giska Syalomitha Purba Hayati, Rima Husnatarina, Fitria Hutabalian, Tri Putri Irawan Irawan Irene Syukur Niat Wati Harefa Isa Jamillullah Jepri Anto Priwinata Jeremi Aexona Silallahi Jernita Lo Risma Br Tambun Saribu Kristina, Parista Leo Arya Pamungkas Magdalena Simatupang Mahdalena Mahdalena Maria Imakulata Kwuta Mei Laura Beautrik Simanungkalit Miar, Miar Mikhael Martin Muhammad Farras Nasrida Muhammad Farras Nasrida Nanda Putri Qumayroh Narli Emaninta Br Ginting Nasrida, M Farras Nasrida, Muhammad Farras Neneng, Sunaryo Niat Niat Nita Beti Lestari Nogroho Dioni Gresando Nur Thoybah Azzahra Nurafny Indrawati Ociyo Naibaho Permana, Dani Putri Sidebang Rahmah Norhayati Rebecca Rosalia Nainggolan Renanda Indah Doharma Silalahi Rika Sinaga Ririn Anggraeni Rosa, Dimas Prima Serlina Nela Moni Sibatuara, Mandana Simanjuntak, Erika Simaremare, Lukman Simbolon, Tiur Roida Simbolon, Tiur Rosida Siti Alma Arisanti Sitindaon, Leekyushi Sri Desmita Sihombing, Putri Subianto, Pratiwi telaumbanua, Seprimayani Terevina Lorensia Tesalonika Simanullang Thymothy Segah Alexander Rupock Tiur Roida Simbolon Tiur Roida Simbolon Tiur Simbolon Vircie Sutandi Wita Soraya Butar-Butar Yuliana Yuliana Zakiah, Wiwin