Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik yang dialami oleh mahasiswa yang mengikuti organisasi PIPAKM di STIE Pembangunan Tanjungpinang. Mahasiswa yang terlibat dalam organisasi sering menghadapi tekanan baik dari tuntutan akademik maupun aktivitas organisasi yang mengarah pada konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam kepada anggota organisasi PIPAKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tingkat konflik adalah komunikasi, perbedaan tujuan, interdependensi antaranggota, dan tuntutan peran. Meskipun terjadi ketidaksepakatan, anggota organisasi menyelesaikannya dengan cara yang konstruktif melalui diskusi dan musyawarah. Penelitian ini menyarankan agar PIPAKM terus mengembangkan budaya komunikasi terbuka dan transparan untuk mengurangi potensi konflik serta meningkatkan manajemen waktu dan pengelolaan suasana emosional untuk mendukung keseimbangan antara aktivitas organisasi dan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem pendampingan bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi.
Copyrights © 2025