Penelitian ini menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, inflasi, suku bunga, dan investasi terhadap tingkat pengangguran di Indonesia selama periode 2005-2023, dengan daya beli masyarakat sebagai variabel intervensi. Ketidakstabilan ekonomi yang ditandai oleh peningkatan pengangguran memerlukan pemahaman mendalam tentang hubungan antar variabel ekonomi ini. Metode kuantitatif digunakan untuk mengolah data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan sumber ekonomi lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah dan inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pengangguran, sementara suku bunga dan investasi memiliki pengaruh positif. Daya beli masyarakat berfungsi sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara variabel-variabel tersebut dan pengangguran. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2025