Diskursus peran ayah dalam pengasuhan anak selalu menarik dan menjadi perdebatan karena terkait erat isu kesetaraan gender, dimana budaya patriarki masyarakat memperlihatkan peran ayah yang pasif dibandingkan ibu. Padahal ketidakhadiran ayah berdampak pada karakter anak yang menjadi minder, kontrol diri rendah dan mudah menyerah. Dibutuhkan kesetaraan laki-laki dan perempuan agar mereka bekerjasama dan berperan aktif dalam pengasuhan anak-anaknya. Teori mubadalah adalah pendekatan tafsir yang mengungkap kesalingan yang bermanfaat dalam relasi gender. Penelitian ini membahas peran ayah dalam pengasuhan anak menurut Al-Qur’an melalui pendekatan teori mubadalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitif. Tujuan penelitian untuk mempelajari penafsiran Al-Qur’an mengenai peran ayah dalam pengasuhan anak melalui perspektif teori mubadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menganjurkan ayah ikut serta berperan dalam pengasuhan yang di Al-Qur’an sudah ditunjukkan melalui tokoh ayah Luqman, Nabi Yaqub, Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim. Ayah tidak hanya berperan sebagai pemimpin tapi juga sebagai pendidik emosi, kognitif, moral dan spiritual anak-anaknya.
Copyrights © 2024