Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran persepsi pernikahan pada wanita dewasa awal yang mengalami fatherless. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Partisipan penelitian ini adalah wanita dewasa yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua di masa kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan sosok ayah dalam perkembangan anak dapat berpengaruh hingga masa dewasa anak, khususnya dalam membentuk persepsi terhadap pernikahan. Responden dalam penelitian ini memiliki persepsi bahwa pernikahan adalah hal yang menakutkan, sehingga menghindari pernikahan dan menganggap pernikahan bukanlah hal yang menguntungkan.
Copyrights © 2024