Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan wilayah berbasis kearifan lokal dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tinjauan pustaka, data diambil dari 30 artikel yang diterbitkan pada periode 2008-2025, kemudian diseleksi hingga 17 artikel relevan. Analisis deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi praktik kearifan lokal, seperti sistem subak di Bali, sasi di Maluku, panglima laut di Aceh, dan tembawang di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, modernisasi dan urbanisasi menjadi tantangan utama yang mengancam keberlanjutan praktik ini. Integrasi antara kearifan lokal dengan teknologi modern dan dukungan kebijakan yang adaptif diperlukan untuk menciptakan perencanaan wilayah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi pembuat kebijakan serta memperkaya literatur akademik tentang perencanaan berbasis lokalitas.
Copyrights © 2025