Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan pengelolaan Kampung Konservasi Rimbun sebagai destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Konservasi Rimbun memiliki komponen wisata yang lengkap, mencakup atraksi edukasi, aksesibilitas yang memadai, fasilitas pendukung, dan layanan tambahan. Program daur ulang limbah organik dan penghijauan memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan, sementara kolaborasi dengan komunitas lokal memperkaya pengalaman pengunjung. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur jalan yang belum optimal, strategi pelatihan dan pengembangan fasilitas telah diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi model bagi destinasi wisata edukasi lainnya yang ingin mengintegrasikan aspek keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2025