Lingkungan pembelajaran memainkan peran penting dalam mendukung pencapaian hasil akademik mahasiswa, terutama dalam bidang yang membutuhkan keterampilan praktis seperti informatika medis dan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis laboratorium dibandingkan dengan pembelajaran non-laboratorium terhadap hasil belajar mahasiswa informatika medis dan teknologi informasi. Metode penelitian ini melibatkan desain kuasi-eksperimen dengan sampel mahasiswa kelas A (n=45) yang menggunakan laboratorium dan kelas B (n=30) yang tidak menggunakan laboratorium. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data normal dan homogen, serta terdapat perbedaan signifikan pada nilai pembelajaran mahasiswa, di mana kelompok yang menggunakan laboratorium memiliki performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok non-laboratorium. Hasil ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis laboratorium mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis mahasiswa secara lebih efektif. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi fasilitas laboratorium dalam kurikulum pendidikan tinggi, khususnya dalam program studi informatika medis dan teknologi informasi dan teknologi informasi, serta perlunya pengembangan strategi pembelajaran yang menggabungkan aspek praktis dan teoritis untuk hasil pendidikan yang lebih optimal.
Copyrights © 2024