Remaja disabilitas menghadapi tantangan dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan reproduksi yang memadai. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stigma sosial, kurangnya pendidikan kesehatan yang inklusif, dan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan yang ramah disabilitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang melibatkan partisipasi aktif dari remaja disabilitas agar dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian untuk menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan PKM dilaksanakan di Panti Sosial Tuna Netra Bina Cahaya Batin Jakarta Timur dilaksanakan pada 02 Oktober 2024. Dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan mayoritas responden remaja berada pada kategori remaja pertengahan di usia 14-17 tahun. Pada usia ini remaja mengalami perubahan dan perkembangan yang berkaitan fisik dan psikologis. Dari hasil PKM didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta dalam kesehatan reproduksi sebelum pemberian edukasi mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang cukup sebesar 57% dan setelah pemberian edukasi maka terdapat peningkatan pengetahuan peserta menjadi 87%. Dengan memiliki pengetahuan yang baik, remaja disabilitas dapat lebih siap menghadapi perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa remaja serta membuat keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksinya.
Copyrights © 2024