Karbohidrat menjadi kebutuhan pokok pangan manusia. Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat mengikis lahan pertanian yang subur beralih fungsi menjadi berbagai fasilitas umum. Mengembangkan beras analog dari rumput laut merupakan kebutuhan mendasar untuk men substitusi kebutuhan beras dari dalam negeri. Kawasan pesisir yang sangat luas di Indonesia merupakan penyangga lumbung pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan berkelanjutan. Penelitian bertujuan menemukan wujud strategi implementasi mengembangkan kawasan pesisir sebagai penghasil beras analog dari rumput laut. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari pengamatan empiris pada beberapa kawasan pesisir di pulau Jawa, serta melakukan wawancara langsung dengan masyarakat pembudidaya rumput laut. Data diolah dengan pendekatan aritmetika sederhana, sedangkan strategi implementasi disusun dari hasil analisis regresi dan korelasi dikombinasikan dengan deskripsi pada diagram jaring laba-laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilirisasi produk rumput laut menjadi inovasi dan motivasi utama yang harus didorong Pemerintah kepada masyarakat pesisir untuk menghasilkan bahan pangan utama pengganti beras dari rumput laut demi menjaga stabilitas ketahanan pangan.
Copyrights © 2024