Manajer dakwah dituntut memiliki kemampuan merumuskan strategi agar dapat menjaga eksistensi dan menjamin keberhasilan organisasi dakwah. Analisis SWOT menawarkan kerangka formulasi strategi secara kuantitatif melalui prosedur kerja baku dan matematis. Pendekatan kuantitatif ternyata menambah beban kerja analisis sehingga prosesnya jadi lebih panjang & rumit, berpotensi memunculkan kesalahan melalui berbagai penyederhaan informasi, mereduksi dialektika konstruktif dan membatasi kreasi strategi. Di sisi lain kegiatan dakwah pada organisasi skala kecil dengan koteks tujuan jangka pendek senantiasa menghadapi situasi aktual yang dinamis dan memaksa manajer dakwah untuk merumuskan strategi yang kontekstual secara cepat dan tepat. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka teoritis formulasi strategi secara kualitatif yang adaptif, tepat porsi dan lebih mudah dijalankan oleh manajer dakwah. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif teoritik berparadigma basic research melalui elaborasi karakteristik esensial formulasi strategi, telaah kritis metode analisis SWOT dan karakteristik pengelolaan organisasi dakwah. Hasil yang didapatkan antara lain: pentingnya memahami tujuan sebagai pedoman awal strategi; pemetaan kondisi secara utuh dan apa adanya; analisis kondisi dilakukan secara bifaktor (faktor pendukung & faktor penghambat); formulasi strategi dikembangkan berdasar prinsip konstruktif-kreatif; seleksi strategi didasarkan pada analisis kualitatif-argumentatif mencakup pertimbangan efektifitas, kerealistisan dan efisiensi.
Copyrights © 2024