Sebuah perencanaan strategi yang baik harus juga didukung oleh mekanisme implementasi strategi yang sistematis, realistis, dan sinergis. Agar perencanaan strategi dapat ditransformasikan menjadi program operasional yang terukur, jelas, dan mudah diaplikasikan dalam tindakan, maka dibutuhkan sebuah kerangka implementasi strategi. Masjid Baitussalam Sidoarjo telah berhasil merumuskan perencanaan strategis secara komprehensif, hingga menghasilkan beberapa rekomendasi strategi. Selanjutnya rekomendasi strategi tersebut perlu diimplementasikan dalam kerangka kerja yang lebih operasional. Artikel ini bertujuan untuk merancang sebuah implementasi strategi untuk mentransformasikan rekomendasi strategi Masjid Baitussalam ke dalam beberapa instrumen operasional. Metode yang digunakan adalah berbasis pada penelitian kualitatif lapangan (field-qualitative research) melalui pendekatan eksperimen rasionalistik, dengan menerapkan kerangka kerja teori implementasi strategi pada studi kasus empiris. Dengan menerapkan kaidah teori implementasi strategi, baik melalui analisis kualitatif maupun kuantitatif, maka rekomendasi strategi Masjid Baitussalam telah ditransformasikan menjadi beberapa instrumen operasional, yaitu program operasional, target yang terukur, alokasi waktu tahunan, restrukturisasi organisasi, kebijakan teknis (standard operational procedure) dan pengembangan kultur organisasi. Semua instrumen tersebut bisa menjadi panduan umum bagi semua level pengurus Takmir Masjid Baitussalam dalam mengimplementasikan strategi dakwahnya selama satu periode kepengurusan (lima tahun).
Copyrights © 2024