Setiap organisasi dihadapkan dengan perubahan. Namun tidak selalu perubahan dalam organisasi akan mampu membawa pada kemajuan. Faktanya, perubahan baik kecil, bertahap, berkelanjutan maupun secara transformasional berefek pada resistensi, penolakan, dan konflik yang mengancam organisasi. Perlunya pemimpin yang siap dan sigap dalam menghadapi situasi tersebut. Artikel ini menyoroti model kepemimpinan berbasis EQ untuk merespon permasalahan resistensi terhadap perubahan transformasional yang tidak jarang membawa pada konflik dan perpecahan di organisasi. Perlunya menghadirkan model kepemimpinan berbasis EQ dalam situasi tersebut untuk menghadirkan nuansa perubahan bukan paksaan namun bersifat empatif yang mampu diterima dan dipelajari oleh anggota. Tujuan pada artikel ini yakni menyusun model penerapan kepemimpinan berbasis EQ untuk merespon perubahan yang terjadi pada TK Islam Safinah. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil dari kajian ini, dengan menerapkan kepemimpinan berbasis EQ memberikan pola baru dalam merespon perubahan, memberikan budaya yang saling empatif. Kontribusi pada artikel ini memberikan gambaran penerapan model kepemimpinan berbasis EQ untuk merespon perubahan pada TK Islam Safinah maupun di organisasi dakwah.
Copyrights © 2025