The world needs a contextual concept of Ecoteology, in the sense of a scientific study of theology that is friendly and caring for the environment that is increasingly in harmony with the Will of the creator. Through contextual ecoteology, humans can build harmonious relationships with God, others and the universe. Driven by these backgrounds, the purpose of this paper is to spark an understanding of contextual ecotheology through the synergy between the concept of ecotheology developed by Pope Francis, in his eksikliknya entitled Laudato Si’, Mi Signore, with the concept of Ecology in Javanese culture. This can be done because both views have parallels in view, namely placing nature and humans in one alignment that live and support each other. In this parallel, nature and man go through the process of becoming perfect in their submission and submission to God, The Creator. This study uses descriptive qualitative methods, relying on the literature approach. The results showed that the synergy between Pope Francis ' ecotheological view and the ecological view of Javanese culture can be carried out, resulting in a view of Javanese contextual ecotheology.AbstrakDunia membutuhkan sebuah konsep Ekoteologi yang kontekstual, dalam arti sebuah kajian ilmiah tentang teologi yang ramah dan peduli pada lingkungan hidup yang kian selaras dengan kehendak Sang Pencipta. Melalui ekoteologi kontekstual tersebut, manusia dapat membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama dan alam semesta. Didorong oleh latar belakang tersebut, maka tujuan dari penulisan ini adalah untuk mencetuskan pemahaman ekoteologi kontekstual melalui sinergi antara konsep ekoteologi yang dikembangkan oleh Paus Fransiskus, dalam eksikliknya yang berjudul Laudato Si’, Mi Signore, dengan konsep ekologi dalam budaya Jawa. Hal ini bisa dilakukan karena kedua pandangan tersebut memiliki kesejajaran dalam pandangan, yaitu menempatkan alam dan manusia dalam satu kesejajaran yang saling hidup dan menghidupi satu sama lain. Dalam kesejajaran tersebut, alam dan manusia mengalami proses untuk menjadi sempurna dalam ketundukan dan penyerahan diri mereka kepada Tuhan, Sang Pencipta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan mengandalkan pendekatan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara pandangan ekoteologi Paus Fransiskus dengan pandangan ekologi budaya Jawa dapat dilakukan, sehingga menghasilkan pandangan tentang ekoteologi kontekstual Jawa.
Copyrights © 2025