Penelitian ini membahas urgensi pengajaran dualitas manusia dalam menghadapi era post-truth, dengan fokus pada pendekatan melalui seni pertunjukan boneka Siba-Sibu. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi seni pertunjukan boneka sebagai medium untuk menyampaikan makna dualitas manusia, serta memberikan wawasan mendalam terhadap tantangan kebenaran dalam konteks sosial kontemporer. Metodologi penelitian mencakup analisis kualitatif terhadap pertunjukan boneka, pendekatan psikologis terhadap dualitas manusia, dan eksplorasi konsep post-truth. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran seni pertunjukan dalam mengajarkan dualitas manusia di tengah-tengah perubahan dinamis dalam masyarakat.
Copyrights © 2024