Kekerasan seksual terhadap anak telah menjadi permasalahan global yang semakin memprihatinkan. Di Indonesia, angka kasus kekerasan seksual terhadap anak terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Ironisnya, pelaku sering kali berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti keluarga atau kerabat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak korban kekerasan seksual umumnya menghadapi empat jenis trauma utama: perasaan dikhianati (betrayal), trauma pada aktivitas seksual (traumatic sexualization), kehilangan kendali atau ketidakberdayaan (powerlessness), dan stigma sosial (stigmatization). Selain itu, korban kekerasan seksual anak juga cenderung mengalami masalah psikologis seperti depresi, hilangnya motivasi, rendahnya self esteem, ketakutan sosial, gangguan PTSD (post-traumatic syndrome), kecemasan (anxiety), bahkan gangguan kepribadian. Pengalaman traumatis ini berpotensi besar memberikan konsekuensi negatif terhadap perkembangan anak secara keseluruhan, khususnya terkait dengan penyesuaian diri di usia dewasanya. Penelitian ini menyarankan solusi berbasis perspektif sosial, psikologis, dan kebijakan publik untuk mengatasi permasalahan serius ini.
Copyrights © 2025