Penelitian ini bertujuan untuk menggali keanekaragaman tanaman maja (Aegle marmelos) di Kabupaten Kediri, yang memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan, pengobatan, konservasi, dan ekonomi. Tanaman maja termasuk dalam suku jeruk-jerukan, memiliki manfaat seperti antibiotik alami dan pupuk organik cair, meskipun pemahaman masyarakat tentang manfaatnya masih terbatas. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan karakteristik antara pohon maja, yang dapat memberikan wawasan tentang kualitas lingkungan tumbuhnya. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman tentang keanekaragaman dan potensi pemanfaatan tanaman maja dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertipe penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data morfologi daun, buah, dan batang tumbuhan maja di Kabupaten Kediri dilakukan dengan jelajah(eksplorasi). Variabel yang dianalisis meliputi tipe daun, bentuk buah, dan warna batang. Keanekaragaman tumbuhan maja diukur menggunakan indeks Shannon-Wiener. Diperoleh sebanyak 66 sampel tanaman maja yang berada di sepanjang jalur utama wilayah Kabupaten Kediri. Persebaran tanaman maja yang lebih banyak ditemukan di kecamatan Mojo yang berjumlah 36 sampel. Berdasarkan perhitungan Shannon-Wiener, didapatkan nilai indeks dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi karakteristik tanaman maja yang memiliki kriteria rendah yaitu tumbuh pohon dengan nilai indeks 0,82, bentuk buah dengan nilai indeks 0,15, dan dasar daun dengan nilai indeks 0,68. Karakteristik tanaman maja ujung daun dan warna batang memiliki indeks 1,01 dan 1,56 dengan kategori sedang. Struktur poster meliputi judul yang jelas, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan referensi. Poster didesain dengan tema yang menarik yakni dengan menggunakan warna hijau tosca. Poster tersebut memiliki alur baca dari atas ke bawah serta memuat semua hasil penelitian. Poster hasil penelitian juga memuat gambar-gambar tanaman maja.
Copyrights © 2025