Kafe telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, khususnya di Kabupaten Tangerang, namun banyak tantangan operasional yang cukup besar sehingga mengurangi efisiensi pelayanan, terutama pada saat peak time, seperti antrian panjang dan kualitas layanan yang buruk. Penelitian ini menggunakan analisis waiting line system dengan metode penelitian kuantitatif untuk menguji efisiensi operasional di tiga kafe, yaitu Kopi ABC The Icon BSD, DEF QBIG BSD, dan Kopi GHI Goldfinch. Melalui pengumpulan data terstruktur seperti waktu kedatangan, durasi layanan, dan panjang antrian pada peak time untuk mengevaluasi kinerja. Hasilnya menunjukkan meskipun ketiga kafe menerapkan Single Channel dan Multi Phase, efisiensinya sangat bervariasi. Kopi ABC The Icon memiliki tingkat kedatangan pelanggan yaitu 30,25 pelanggan per jam tetapi tidak diimbangi dengan tingkat layanan sebesar 19,19 pelanggan per jam sehingga Kopi ABC The Icon perlu menambah jumah server. Waktu tunggu rata-rata dalam sistem (W) (waktu menunggu dan dilayani) untuk Kopi ABC The Icon sebesar 3,24 menit, Kopi DEF QBIG BSD 8,86 menit, dan Kopi GHI Goldfinch 2,42 menit sehingga diperlukan perbaikan sistem antrian pada Kopi DEF QBIG BSD dengan cara pembagian jalur menjadi dua (multichannel queue) yaitu jalur dine-in dan jalur takeaway untuk mempercepat proses pelayanan.
Copyrights © 2025