Rumah Susun cenderung dihindari warga dengan alasan utama kurangnya keamanan. Untuk itu penghuni perlu melakukan tindakan untuk membuat diri mereka dan sesama penghuni lain aman. Penelitian ini mengidentifikasi okupansi ruang yang terkait perubahan atau penambahan aktivitas dan peletakan objek fisik penghuni, pada studi kasus Rusunawa Rajawali Makassar. Ruang yang diteliti adalah ruang semi-publik yang membentuk area-area defensif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui teknik behaviour mapping, observasi dan wawancara. Penelitian menemukan bahwa kebutuhan penghuni yang berbeda-beda memunculkan penambahan objek fisik yang variatif dalam pembentukan area defensif. Lebih lanjut, teridentifikasi sebanyak 11 variasi penambahan objek di ruang semi-publik rusunawa. Terdapat perbedaan perilaku dalam pembentukan area defensif yang muncul berdasarkan lantai yang ditinggali, yaitu invasif semakin lantai ke bawah dan personalisasi semakin tinggi lantainya. Personalisasi tericpta melalui penempatan tempat duduk pada unit hunian yang terpusat didepan tangga utama dimana aktivitas berkumpul sering dilakukan. Penelitian ini memberikan manfaat kepada perancang untuk dapat mengakomodasi penambahan objek fisik penghuni agar dapat mendesain rusunawa yang lebih aman.
Copyrights © 2024