Limbah dapat berasal dari berbagai sumber hasil buangan dari suatu proses produksi salah satunya peternakan. Desa Kemiri merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai peternak sapi perah. Permasalahan yang perlu diselesaikan di Desa Kemiri yaitu terkait alternatif pupuk dan limbah peternakan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pengabdian mengenai pemanfaatan kotoran hewan menjadi pupuk organik dapat memberikan peluang bagi peternak agar dapat mengelola kotoran sapi menjadi bermanfaat dan menekankan biaya produksi pupuk tanaman. Metode yang digunakan yaitu dengan mengadakan sosialisasi terkait pemanfaatan kotoran hewan, praktik secara langsung hingga pendampingan keberhasilan pembuatan pupuk kohenik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk kohenik dilakukan melalui proses fermentasi selama 21 hari menggunakan pupuk cair “cap Semanggi” hingga menghasilkan pupuk dengan bau dan tekstur menyerupai tanah humus, sehingga dapat dinyatakan pembuatan pupuk organik ini berhasil.
Copyrights © 2024