Penggunaan Mading (majalah dinding) di sekolah SMP Methodist Pematangsiantar kurang berkembang dengan baik. Hal ini diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa. Padahal, mading atau majalah dinding adalah salah satu jenis media komunikasi tulis yang paling sederhana. Mading sebagai salah satu upaya untuk menanamkan budaya literasi dilingkungan sekolah. Kurang berkembangnya penggunaan mading sekolah di SMP Methodist Pematangsiantar disebabkan minimnya wawasan mereka tentang cara menulis beragam karya tullis dan pengelolaan mading. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan dan praktik tentang penulisan beragam karya tulis dan pengelolaan mading sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah praktek. Para siswa dituntut untuk menulis sebuah karya tulis dan membuat sistem pengelolaan mading sekolah agar dapat bermanfaat secara maksimal. Setelah diberikan pelatihan, kegiatan ini mampu membuat peserta menulis berbagai karya tulis, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan membuat majalah dinding dengan alat dan bahan sederhana namun memberikan hasil yang baik dan semenarik mungkin, meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi, sarana rekreasi, menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan, mempererat tali persaudaraan, mengasah kepekaan sosial, serta mengembangkan kreatifitas dalam mempraktekkan pengetahuan jurnalistik malalui pembuatan majalah dinding (mading) di lingkungan sekolah serta dan membuat sistem pengelolaan mading.
Copyrights © 2024