Dismenorea adalah nyeri panggul yang berhubungan dengan menstruasi dan produksi prostaglandin. Wanita yang melakukan aktivitas fisik ringan dapat mengurangi distribusi oksigen dalam sirkulasi sistemik, sehingga meningkatkan persepsi nyeri, termasuk dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metodologi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 51 mahasiswa Fakultas Kedokteran Unimus. Metodologi yang digunakan adalah simple random sampling. Evaluasi statistik menggunakan uji chi-square. Uji chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,005), yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan prevalensi dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan prevalensi dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.
Copyrights © 2025