Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENGGUNAAN ZINC PADA KASUS DIARE ANAK BALITA DIPUSKESMAS BANDARHARJO SEMARANG Nasution, Cici Rezkika; Lahdji, Aisyah; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.13859

Abstract

Penyebab utama kematian diare adalah penatalaksanaan yang tidak tepat baik di rumah maupun anjuran kesehatan, bahwa masih banyak ibu yang belum mengetahui dengan benar tentang penggunaan zinc yang akan berdampak pada tingginya kasus diare yang terjadi pada anak balita. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan penggunaan zinc pada kasus diare pada balita di Puskesmas Bandarharjo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai balita yang menderita diare di Puskesmas Bandarharjo Semarang berjumlah 46 responden dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah rekam medis, angket data demografi, angket pengetahuan ibu, dan angket sikap ibu, data diolah dengan uji Chi-Square. Hasil uji statistik ditemukan hubungan pengetahuan dengan penggunaan zinc dengan p = 0,001 (p≤0,05) dan PR=10,080, serta hubungan sikap ibu dengan penggunaan zinc dengan p = 0,000 (p≤0,05) dan PR= 14.000. Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan cukup atau baik akan memiliki sikap yang mendukung penggunaan zinc.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Di Usia Produktif Shanabilla, Ezarzora Bunga; Anggraini, Merry Tiyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.15538

Abstract

Stres mempengaruhi nyaris melampaui 350 juta masyarakat dunia, demikian ini membuatnya menjadi penyakit ke-4 terbanyak di dunia. Tingkat stress, baik stress akut atau kronis memiliki efek merusak fungsi sistem kardiovaskular. Stres merupakan salah satu faktor resiko yang dapat memacu peningkatan tekanan darah khususnya bagi pasien dengan penyakit hipertensi, pada masa sekarang hipertensi terjadi tidak hanya pada lansia namun pada usia produktif diakibatkan faktor resiko yang meningkatkan stress. Pada penelitian ini penting untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap tingkat stress pada penderita hipertensi diusia produktif ditujukan untuk mengurangi komplikasi dari stress dan kematian akibat penyakit Hipertensi. Metode kuantitatif, diidentifikasi menggunakan desain deskriptif analitik serta pendekatan Cross Sectional. Hasil uji Chi Square antara tingkat stress dan jenis kelamin didapatkan nilai p=0,052 yaitu tidak ada hubungan. Tingkat stress dengan tingkat pendidikan p=0,650 yaitu tidak ada hubungan. Tingkat stress dengan pekerjaan nilai p=0,588 yaitu tidak ada hubungan. Tingkat stress dengan dukungan keluarga nilai p=0,016 yaitu terdapat hubungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan dukungan keluarga dan tidak ada hubungan antara tingkat stress dengan jenis kelamin dan tingkat stress dengan tingkat pendidikan tingkat stress dengan pekerjaan. Stres dapat dialami masyarakat di usia produktif, ada banyak penderita hipertensi di usia produktif yang mengeluh atas adanya tekanan maupun tuntutan dalam dirinya dan salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat stress yaitu dukungan keluarga.
HUBUNGAN FAKTOR RIWAYAT MPASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR I KABUPATEN DEMAK Kasatu, Bhre Dharnaratti; Anggraheny, Hema Dewi; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.10599

Abstract

Abstrak: Hubungan Faktor Riwayat Mpasi Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak. Angka stunting masih menjadi perhatian tinggi di wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar 1 Kabupaten Demak dikarenakan belum tercapainya target yaitu sebesar 2%. Salah satu faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi stunting pada anak adalah faktor asupan, antara lain ASI dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut terkait riwayat makan yang mempengerahui kejadian dari penderita stunting. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif analitik untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi riwayat MPASI pada penderita stunting di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak dengan menggunakan data primer yaitu wawancara mendalam. Tekstur, frekuensi MPASI pada anak stunting usia 6-24 bulan pada penelitian ini sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh IDAI. Porsi pemberian MPASI dan komposisi kecukupan gizi pada anak stunting usia 6-24 bulan pada penelitian ini lebih rendah dengan rekomendasi yang diberikan oleh IDAI. Bayi pada informan 4 memiliki angka kecukupan gizi yang lebih rendah dari pada informan 1,2 dan 3. Dan sesuai dengan status gizinya paling pendek dibandingkan 3 informan lainya. Hubungan faktor riwayat MPASI yang mempengaruhi stunting yaitu terdapat pada porsi pemberian makan dan komposisi kecukupan gizi. Dan bayi yang memiliki angka kecukupan gizi rendah terdapat pada informan 4 dibandingkan dengan informan 1,2, dan 3.
HUBUNGAN PERILAKU MENYUSUI BERKAITAN DENGAN KEJADIAN FEEDING DIFFICULTY PADA ANAK USIA 24-36 BULAN DI KELURAHAN KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG Yumni, Atana Zatu; Anggraheny, Hema Dewi; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.13142

Abstract

Abstrak: Hubungan Perilaku Menyusui Berkaitan dengan Kejadian Feeding Difficulty pada Anak Usia 24-36 Bulan di Kelurahan Kedungmundu Kota Semarang. Feeding difficulty merupakan suatu keadaan diamana anak tidak mampu untuk menolak makanan tertentu dengan macam dan jumlah yang berdasarkan usia anak secara fisiologis. Kesulitan makan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor organik, faktor nutrisi, faktor feeding skills, dan faktor psikososial. Perilaku menyusui ibu berkaitan dengan pemberian ASI, lama menyusui, pemberian ASI eksklusif, dan metode menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan perilaku menyusui dengan kejadian feeding difficulty pada anak usia 24-36 bulan di Kelurahan Kedungmundu Kota Semarang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 68 responden di kelurahan Kedungmundu menggunakan teknik consecutive sampling. Uji yang digunakan yaitu Chi Square dan Mann Whitney dengan bantuan software komputer.Mayoritas anak mengalami kesulitan makan (86,8%). Hasil uji Chi Square didapatkan ada hubungan antara pemberian ASI hingga 2 tahun (p value 0,034), pemberian ASI eksklusif (P Value 0,034), dan metode menyusui (p value 0,028) dengan kejadian feeding difficulty.  Berdasarkan uji man whitney didapatkan terdapat perbedaan bermakna antara lama menyusui (P Value 0,011) dengan kejadian feeding difficulty di Kelurahan Kedungmudu Kota Semarang. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara perilaku menyusui ibu dengan kejadian feeding difficulty di Kelurahan Kedungmudu Kota Semarang.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SELF CARE DAN FUNGSI KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PENYANDANG DISABILITAS FISIK DI SLB N 1 PEMALANG Juliani, Aliyah Ari; Anggraini, Merry Tiyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v13i2.4157

Abstract

Masalah yang dialami oleh individu disabilitas fisik terutama mengenai efisiensi dan efektifitas dalam mengerjakan aktivitasnya. Kualitas hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh kondisi disabilitas, sehingga memerlukan dukungan, kasih sayang, dan perhatian dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat self care dan fungsi keluarga dengan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian 50 orang yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data diperoleh dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis uji Chi Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara tingkat self care dengan kualitas hidup dan fungsi keluarga dengan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik secara berturut-turut (p = 0,000; rasio prevalensi = 4,7) dan (p = 0,000; rasio prevalensi = 4,5) dengan p < 0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat self care dan fungsi keluarga terhadap kualitas hidup penyandang disabilitas fisik di SLB N 1 Pemalang. Penyandang disabilitas fisik yang mempunyai ketergantungan total, berat dan sedang memiliki kualitas hidup 4,7 kali lebih buruk dari penyandang disabilitas fisik yang memiliki ketergantungan ringan dan mandiri. Penyandang disabilitas fisik yang memiliki fungsi keluarga tidak sehat dan kurang sehat memiliki kualitas hidup 4,5 kali lebih buruk dari penyandang disabilitas fisik yang memiliki fungsi keluarga sehat
Sering Mengonsumsi Kopi Dan Fast Food, Dapat Meningkatkan Risiko Terjadinya Dismenorea Primer Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Puspa Ayu, Rahmatika Attiya; Handaria, Diana; Noviasari, Nina Anggraeni
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i3.20941

Abstract

Abstrak: Dismenorea primer terjadi karena adanya peningkatan prostaglandin (PG) F2-alfa yang merupakan suatu cyclooxygenase (COX-2) sehingga dapat mengakibatkan hipertonik dan vasokonstriksi sehingga menyebabkan nyeri saat menstruasi. Konsumsi kopi dan fast food merupakan salah satu faktor risiko dari dismenorea primer. Mahasiswi cenderung menyukai hal hal yang bersifat instan seperti fast food dan kopi di tengah padatnya perkuliahan. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner konsumsi kopi, food frequency questionnaire dan numeric rating scale,  yang telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Semarang Angkatan 20192020 berjumlah 130 yang diambil dengan purposive sampling. Ada Hubungan antara konsumsi kopi yang berlebihan dengan dismenorea primer didapatkan hasil P-value ≤ 0,05. Ada Hubungan antara konsumsi fast food yang berlebihan dengan dismenorea primer didapatkan hasil P-value ≤ 0,05. Semakin sering mengonsumsi kopi dan fast food, semakin tinggi kemungkinan terjadinya dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Semarang.
Hubungan Family Support System terhadap Kemandirian Activity Of Daily Living Anak Tunagrahita Di Kota Semarang Mubarok, Zaki; Anggraini, Merry Tiyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.26-31

Abstract

Latar belakang: Tunagrahita dapat didefinisikan sebagai disabilitas mental karena mempunyai hambatan dalam perkembangan mental, keterbatasan dalam hal intelegensi, bahasa, sosial dan motorik. Peran keluarga diperlukan sebagai support system untuk menanamkan kemandirian dalam memenuhi aktifitas hidupnya untuk mencegah ketergantungan anak tunagrahita sehingga akan mencegah timbulnya berbagai penyakit sejak dini. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan peran keluarga sebagai support system terhadap aktifitas hidup (ADL) pada anak tunagrahita di kota Semarang.Metode: Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil memakai Teknik non probabbility sampling dengan consecutive sampling. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesinoer Perceived Social-family Scale dan kuesioner Indeks Barthel. Sampel adalah para murid tunagrahita di SLB Negeri Semarang tahun 2021 sebanyak 50 orang. Teknik analisis data menggunakan uji spearman rank.Hasil: Hasil uji korelasi spearman rank antara variabel Family support system terhadap variabel kemandirian Activity of daily living (ADL) pada anak tunagrahita menunjukan terselip hubungan diantara kedua variabel karena nilai p (<0,05). Hasil koefisien korelasi sebesar 0,854 menandakan korelasi yang sangat kuat diantara kedua variabel.Kesimpulan: Semakin besar family support system akan diikuti peningkatan kemandirian Activity of daily living (ADL) pada anak Tunagrahita di Kota Semarang.
Analysis of Risk Factors for Acute Myocardial Infarction Arlindyo, Muhammad Vieraldo Berly; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni; Setiawan, Muhammad Riza
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 10 No.2 November 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v10i2.18092

Abstract

Cardiovascular disease is the most common cause of death in the world. One part of cardiovascular disease is acute myocardial infarction. There are risk factors that have the potential such as age, gender, genetics, hypertension, smoking, dyslipidemia, and diabetes mellitus. This study aims to analyse the risk factors associated with acute myocardial infarction. This study was conducted in October 2023, using an analytical observational study type and cross-sectional design. This study used medical record data from AMI patients from June 2022 - June 2023. The study sample was respondents diagnosed with acute myocardial infarction at ROEMANI Hospital taken through total sampling. Inclusion was 60 and exclusion was 14 respondents. Data analysis uses the chi-square The results showed that those who had a significant relationship with the incidence of acute myocardial infarction included hypertension (p = 0.001), diabetes mellitus (p = 0.022), smoking (p = 0.045), and those who did not dyslipidemia (p=0.639). In conclusion, there is a significant relationship between hypertension, diabetes mellitus, and the incidence of acute myocardial infarction. At the same time, dyslipidemia does not have a significant relationship with the incidence of acute myocardial infarction.
Analisis Dukungan Keluarga Dalam Kepatuhan Minum Obat Anemia Pada Remaja Putri Islamina, Haliza Dina; Soesanto, Edy; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15637

Abstract

Anemia defisiensi zat besi adalah masalah serius remaja putri, dipicu oleh minimnya asupan gizi, terutama zat besi. Prevalensi anemia ini tinggi di banyak negara, termasuk Indonesia, dengan risiko seperti menstruasi dan pola makan tidak sehat. Pemberian tablet penambah darah adalah salah satu solusi, tetapi kepatuhan remaja putri masih rendah. Dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan ini dengan memberikan motivasi, pengawasan, dan dukungan. Penelitian memiliki tujuan menganalisis dukungan keluarga dalam kepatuhan minum obat anemia untuk remaja putri. Penelitian menerapkan metode deskriptif korelasi menerapkan pendekatan cross-sectional serta total sampling, melibatkan 101 remaja putri kelas X di SMA N 1 Mranggen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan rank spearman. Rata-rata usia responden adalah 15,56 tahun dan kadar Hb rata-rata 9,905 g/dL. Sebanyak 61 responden (60,4%) tidak patuh mengonsumsi tablet, dan 51 responden (50,5%) mendapat dukungan keluarga buruk. Hasil menunjukkan ada hubungan signifikan dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi obat anemia (p 0,000).
Hubungan Pola Makan dan Status Gizi terhadap Kejadian Infark Miokard Akut Haptari, Nandya Riris; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.15673

Abstract

Prevelensi obesitas (katerogi IMT) pada penduduk dan dewasa dengan umur lebih dari 18 tahun di provinsi Jawa Tengah sebesar 27,50% dengan peningkatan tertinggi berada di Kota Magelang sebesar 38,14%. Faktor risiko penyakit infark miokard akut yaitu pola makan dan status gizi. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pola makan dan status gizi terhadap kejadian infarkmiokard akut. Peneliti mempergunakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pasien infark miokard akut yang sedang menjalani pengobatan rawat jalan di Rumah Sakit Roemani Semarang pada bulan Juni 2022 sampai bulan Juni 2023. Jumlah sampel30 responden mempergunakan teknik total sampling. Penghimpunan data mempergunakan kuesioner food recall 1x 24 jam, pengukuran IMT, dan hasil rekam medis. Analisis hubungan dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh yaitu hasil uji univariate kebanyakan respondenberjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 60% dari responden, lansia 63%, sebagian responden Ibu Rumah Tangga 36,7%, kategorisasi pola makan lebih 36,7%, status gizi overweight 46,7%, Infark Miokard NSTEMI 73,3%. Hasil uji bivariat hubungan pola makan dengan infark miokard akut didapatkanpvalue = 0,030 (p<0,05), dan status gizi dengan infarkmiokard akut pvalue = 0,002 (p>0,05). Terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi terhadap kejadian infark miokard akut.