Salah satu metabolit sekunder tumbuhan adalah minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai pestisida alami untuk pengendalian penyakit tanaman. Minyak atsiri dapat ditemukan di setiap bagian tumbuhan, seperti daun, batang, kulit, bunga, buah, biji, akar, atau rizhonma. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka, yang mencakup seleksi artikel dengan penelaahan judul, abstrak, dan naskah lengkap yang berkaitan dengan penelitian pengujian kemanjuran minyak atsiri terhadap patogen tanaman. Minyak atsiri dari tanaman kayu manis (Cinnamomum burmani), serei wangi (Cymbopogon nardus),sirih-sirih (Piper aduncum L.), cengkeh (Syzygium aromaticum L.), Pala (Myristica fragrans) serta Ekor kucing (Acalypha hispida) menunjukkan efektivitas tinggi dalam menghambat pertumbuhan patogen tanaman. Minyak atsiri dari berbagai tanaman tersebut dapat menghambat patogen tanaman secara signifikan diantaranya cendawan Neocitalidium dimidiatum, Colletotrichum sp., Fusarium oxysporum, bakteri Xanthomonas campestris serta Potyvirus. Kesimpulan yang didapatkan minyak atsiri memiliki potensi yang menjanjikan sebagai alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2025