Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara matematika dan budaya melalui studi kasus sumur/parigi Pusaka di desa Lonthoir, Banda Neira, Maluku. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, penelitian ini menyoroti peran pendidikan dalam menjaga budaya lokal dengan mengintegrasikan matematika. Tradisi cuci sumur/parigi Pusaka yang diadakan setiap sepuluh tahun,menunjukkan penerapan konsep matematika seperti simetri dan bentuk geometris dalam arsitektur dan ornamen sumur. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menemukan bahwa masyarakat desa Lonthoir menerapkan konsep geometri dalam pembangunan sumur mereka. Nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal juga mempengaruhi proses ini. Temuan ini menegaskan pentingnya etnomatematika dalam pendidikan, menawarkan pemahaman yang lebih inklusif tentang konsep bangun ruang dalam matematika khususnya materi balok dan prisma segi delapan.
Copyrights © 2024